Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Thursday, December 3, 2015

PUTRI DUYUNGKU

sudah berhari-hari, minggu, bulan bahkan tahun, aku sibuk.
Sibuk mencari, seorang putri, bukan sembarang putri.
Datang dari laut, entah laut merah, hitam atau cina selatan.
aku merindukanmu teramat sangat, puteriku, sayangku, belahan jiwaku.
sudah kucari engkau dari pantai, sampai ke atas gunung.
aku hanya seorang bajak laut muda. eh, jangan lupa kapten.
ah sudahlah. aku sudah lelah. siapapun yang ada di luar sana,
tolong bantu aku. dahulu kala aku hanya seekor lumba-lumba
bermain bersama putri duyungku. sampai akhirnya kita berdua dipisahkan,
oleh gunung yang tinggi menjulang.
sabarlah puteriku, segera aku akan datang, peralatanku sudah lengkap,
aku cuma perlu satu benda lagi, yaitu tanganmu, diantara jemariku.
hanya sesaat di malam hari, dan juga pagi, selebihnya berenanglah, atau terbang dengan bebas.
aku percaya padamu sepenuhnya.
atas nama cinta,
nikilaut
10:17 WITA, 21/11/2015
Dewi Sri, Bali, Indonesia.

Thursday, June 18, 2015

Baru Ingat

Aku baru ingat. Kalau aku ini sering lupa. Itu alasanku menulis. Membuat catatan.
Agar ada bukti, bahwa aku pernah ada. Bahwa aku perlu melakukan sesuatu.
Dan aku bisa berpikir seperti yang aku tuliskan itu. Kadang merasa hebat. 
Walau hanya sesaat. Penting untuk menambah semangat. Dan bermanfaat.

Aku suka menulis manual. aku suka mengerjakan sesuatu dengan tanganku.
Sama seperti aku suka menyelam tanpa tabung selam. Aku suka merasakan kontrol.
Aku ingin percaya pada tubuhku. Percaya pada kemampuan tubuhku. 
Sampai tidak bisa lagi. Mungkin besok. Atau dua puluh tahun lagi.
Sekarang sih, masih.

Aku cinta udara bebas. Lapangan luas. Laut lepas. Terasa tanpa batas.
Dari sana, aku belajar batas. Kebanyakan orang, hidup dengan batas, tak lepas.
Aku pernah bebas lepas. Tapi lupa, untuk kembali menjejak. Akibatnya, khilaf.
Sekarang, aku sudah berpijak. Selanjutnya, melangkah kembali. Dengan bebas, tapi insaf.
Supaya tetap ingat. Alam bebas.

Saat-saat seperti ini, aku ingin kembali. Mengulangi kembali, apa yang terlewat.
Tapi biarlah. Saatnya untuk maju, dan tak lagi terbeban masa lalu.
Waktu, tidak punya kubu. Supaya kita tahu. Hanya satu yang perlu. Bahagia selalu.

Niki, Denpasar, 18 Juni 2015 - 0:09